Kepribadian Sanguis (Sanguis yang Populer)
Kemampuan orang Sanguinis yang Populer untuk melangsungkan percakapan yang mengasyikkan apakah mengenai sesuatu merupakan segi plus yang membuat iri hati orang lain; tetapi kalau dibawa sampai ke ujung yang ekstrim orang Sanguinis yang Populer bicara terus-menerus, memonopoli, menyela, dan menyimpang terlalu jauh dari kebenaran.
Bergaul dengan orang sanguin ini sebenarnya menyenangkan, jika dia bercerita dia bisa menggambarkan sesuatu dengan baik, sehingga pikiran kita diajak untuk merangkai katanya-katanya seperti sebuah film di kepala kita, saking bagusnya penggambaran ceritanya.
Kepribadian Melankolis (Melankolis yang Sempurna) :
Pemikiran analitis yang mendalam dari orang Melankolis yang Sempurna merupakan ciri khas yang jenius, banyak dihormati oleh mereka yang pikirannya lebih dangkal, walaupun demikian kalau dibawa sampai ke titik ekstrim, dia jadi menyebabkan kemurungan dan menekan perasaan.
Kadangkala bergaul dengan orang melankolis menimbulkan kebosanan dalam diri kita, semuanya serba teratur dan teliti, segala sesuatu dikerjakan dengan langkah-langkah yang jelas dan terstruktur. Kalau lama dalam proses pengerjaan bukan karena malas tetapi karena hasilnya harus sempurna. Ciri-ciri kalau kita bertemu dengan orang Melankolis ini biasanya dilihat dari kamar tidur/kantornya, semuanya serba rapi, tertib dan terpola (keculai kalau punya asisten/istri yang siap membereskan arisip-arsip yang berantakan).
Dan orang Melankolis ini susah sekali diyakinkan, perlu data-data otentik yang mendukung argumentasi kita. Dan secara ektrik dalam hal keuangan orang Melankolis cenderung (sory lho.. dalam titik extrim) pelit , tapi untuk mengenai hasil pekerjaan, Orang Melankolis jagonya. Sangat pandai mengorganisasi sesuatu.
Kepribadian Koleris (Koleris Kuat) :
Bakat orang Koleris yang Kuat untuk kepemimpinan yang cepat dan tajam sangat diperlukan dalam setiap tahap kehidupan pada zaman sekarang; tetapi kalau dibawa sampai titik esktrim, orang Koleris yang Kuat jadi sok berkuasa, mendominasi, dan manipulatif. Setiap pemimpin mempunyai sifat ini, tegas, lugas, dan salah satu untuk mengenai ciri-ciri kepribadian ini adalah selalu ingin di depan tidak mau kalah dengan orang lain. Secara extrim, orang dengan kepribadian ini menjadi orang yang diktaktor, selalu tampul dominan dan tidak mau dibawah orang lain, penginnya sellau diatas dalam segala hal. Orang dengan kepribadian Koleris sangat mahir Untuk urusan mengorganisir banyak orang dengan sifatnya yang tegas.
Kepribadian Phlegmatis (Phlegmatis yang Damai) :
Sifat orang Phlegmatis Damai yang mudah bergaul merupakan perpaduan yang mengagumkan dan menjadikannya orang yang paling disukai dalam kelompok mana saja; namun kalau dibawa sampai ke titik ekstrim, orang Phlegmatis yang Damai tidak peduli melakukan apa pun, masa bodoh, dan tidak punya kepastian.
Ciri-cirinya yang mudah dilihat adalah tidak mempunyai sikap yang jelas dalam mengambil keputusan, tidak mau secara tegas memihak sesuatu yang belum diketahuinya, cenderung damai dan tidak mau berkonfrontasi secara langsung dengan orang lain. Terkadang orang Phlegmatis memang harus didikte untuk mengerjakan sesuatu (secara extrim), biasanya orang phlegmatis kurang mahir untuk urusan-urusan yang detail, seperti yang paling sederhana merapikan kamarnya , tetapi seorang Phlegmatis bisa menjadi peloby yang ulung dan bis diandalkan untuk urusan berhubungan atau berkomunikasi dengan orang lain, karena sifatnya yang kalem dan tenang.
Kepribadian Campuran dari Kepribadian Dasar
Keempat tipe kepribadian tersebut, menurut Littauer, juga bisa bercampur dalam diri seseorang.
Littauer membedakannya menjadi empat: campuran alami, campuran pelengkap, campuran yang berlawanan, dan sedikit-sedikit dari segalanya.
• Campuran alami adalah Sanguinis Koleris dan Melankolis Phlegmatis.
• Campuran pelengkap yang berorientasi hubungan adalah Sanguinis Phlegmatis
• Campuran pelengkap yang berorientasi tujuan adalah Koleris Melankolis
Campuran berlawanan dianggap sebagai pertikaian batin yaitu :
• Sanguinis Melankolis dan Koleris Phlegmatis.
Kenali diri kita sendiri sebelum mengenali orang lain.
Setelah tahu tentang kekuatan dan kelemahan pribadimu, kamu dapat lebih mengembangkan kekuatanmu dan mengurangi kelemahanmu. Ingat tiap pribadi adalah UNIK, Allah selalu punya rencana atas tiap pribadi. Berkembanglah, dan jadilah pribadi yang disukai Allah. Untuk merubah diri kita harus menyerahkan diri kita pada Allah untuk diubahkan menurut rencana-Nya. Mau diajar, rendah hati seperti bejana tanah liat yang dibentuk oleh-Nya.
Kepribadian Sanguinis Populer ( Ekstrovert – Membicara – Optimis )
1. Kekuatan Emosi Sanguinis Populer
Kepribadian yang menarik, suka berbicara, Menghidupkan pesta, Rasa humor yang hebat, Ingatan kuat untuk warna, Secara fisik memukau pendengar, Emosional dan demonstratif, Antusias dan ekspresif, Periang dan penuh semangat, Penuh rasa ingin tahu, Baik di panggung, Lugu dan polos, Hidup di masa sekarang, Mudah diubah, Berhati tulus, Selalu kekanak-kanakan.
2. Sanguinis Populer di Pekerjaan
Sukarelawan untuk tugas, Memikirkan kegiatan baru, Tampak hebat di permukaan, Kreatif dan inovatif, Punya energi dan antusiasme, Mulai dengan cara cemerlang, Mengilhami orang lain untuk ikut, Mempesona orang lain untuk bekerja
3. Sanguinis Populer Sebagai Teman
Mudah berteman, Mencintai orang, Suka dipuji, Tampak menyenangkan, Dicemburui orang lain, Bukan pendendam, Cepat minta maaf, Mencegah saat membosankan, Suka kegiatan spontan.
4. Sanguinis Populer Sebagai Orang Tua
Membuat rumah menyenangkan, Disukai teman anak-anak, Mengubah bencana, menjadi humor, Merupakan pemimpin sirkus
Kepribadian Melankolis Sempurna ( Introvert – Pemikir – Pesimis )
1. Emosi Melankolis Sempurna
Mendalam dan penuh pikiran, Analitis, Serius dan tekun, Cenderung jenius, Berbakat dan kreatif, Artistik atau musical, Filosofis dan puitis, Menghargai keindahan, Perasa terhadap orang lain, Suka berkorban, Penuh kesadaran, Idealis
2. Melankolis Sempurna di Pekerjaan
Berorientasi jadwal, Perfeksionis, standar tinggi, Sadar perincian, Gigih dan cermat, Tertib dan terorganisasi, Teratur dan rapi, Ekonomis, Melihat masalah. Mendapat pemecahan kreatif, Perlu menyelesaikan apa yang dimulai, Suka diagram, grafik, bagan, daftar
3. Melankolis Sempurna Sebagai Teman
Hati-hati dalam berteman, Puas tinggal di latar belakang, Menghindari perhatian, Setia dan berbakti, Mau mendengarkan keluhan, Bisa memecahkan masalah orang lain, Sangat memperhatikan orang lain, Terharu oleh air mata penuh belas kasihan, Mencari teman hidup ideal.
4. Melankolis Sempurna Sebagai Orang Tua
Menetapkan standar tinggi, Ingin segalanya dilakukan dengan benar, Menjaga rumah selalu rapi, Merapikan barang anak-anak, Mengorbankan keinginan sendiri untuk yang lain, Mendorong intelegensi dan bakat.
Kepribadian Koleris Kuat ( Ekstrovert – Pelaku – Optimis )
1. Emosi Koleris Kuat
Berbakat pemimpin, Dinamis dan aktif, Sangat memerlukan perubahan, Harus memperbaiki kesalahan, Berkemauan kuat dan tegas, Tidak emosional bertindak, Tidak mudah patah semangat, Bebas dan mandiri, Memancarkan keyakinan, Bisa menjalankan apa saja.
2. Koleris Kuat di Pekerjaan
Berorientasi target, Melihat seluruh gambaran, Terorganisasi dengan baik, Mencari pemecahan praktis, Bergerak cepat untuk bertindak, Mendelegasikan pekerjaan, Menekankan pada hasil, Membuat target, Merangsang kegiatan, Berkembang karena saingan.
3. Koleris Kuat sebagai teman
Tidak terlalu perlu teman, Mau bekerja untuk kegiatan, Mau memimpin dan mengorganisasi, Biasanya selalu benar, Unggul dalam keadaan darurat.
4. Koleris Kuat sebagai Orang Tua
Memberikan kepemimpinan kuat. Menetapkan tujuan, Memotivasi keluarga untuk kelompok, Tahu jawaban yang benar, Mengorganisasi rumah tangga.
Kepribadian Phlegmatis Damai ( Introvert – Pengamat - Pesimis )
1. Emosi Phlegmatis Damai
Kepribadian rendah hati, Mudah bergaul dan santai, Diam, tenang, dan mampu, Sabar, baik keseimbangannya, Hidup konsisten, Tenang tetapi cerdas, Simpatik dan baik hati
Menyembunyikan emosi, Bahagia menerima kehidupan, Serba guna
2. Phlegmatis Damai di Pekerjaan
Cakap dan mantap, Damai dan mudah sepakat, Punya kemampuan administratif, Menjadi penengah masalah, Menghindari konflik, Baik di bawah tekanan, Menemukan cara yang mudah.
3. Phlegmatis Damai Sebagai Teman
Mudah diajak bergaul, Menyenangkan, Tidak suka menyinggung, Pendengar yang baik
Selera humor yang menggigit, Suka mengawasi orang, Punya banyak teman, Punya belas kasihan dan perhatian
4. Phlegmatis Damai Sebagai Orang Tua
Menjadi orang tua yang baik, Menyediakan watku bagi anak-anak, Tidak tergesa-gesa
Source : http://cher-semuayangkutahu.blogspot.com/2009/04/4-kepribadian-sanguinis-koleris.html
Jul 11, '09 1:30 PM
Kopi_P@ste
Boleh dilihat tak bisa di sentuh
Minggu, 13 Juni 2010
10 Langkah Seni Mendengar
DI dunia yang semakin berputar cepat, teknologi yang semakin tinggi, dan tingkat stres yang semakin melonjak, komunikasi dan mendengarkan orang lain sering kali menjadi hal yang langka.
Padahal, dengan mendengarkan, setiap orang bisa membangun sebuah hubungan yang berkulaitas, mampu memecahkan masalah, menciptakan saling pengertian, dan menciptakan akurasi informasi yang tinggi.
Dalam dunia kerja, mendengarkan dengan baik bisa berarti meminimalkan kesalahan dan menghindarkan pelakunya dari menghambur-hamburkan waktu. Sementara di rumah, keahlian ini bisa menciptakan kualitas hubungan yang baik dengan pasangan dan anak. Singkat kata, mendengarkan dengan baik bisa menciptakan sebuah hubungan pertemanan, karier yang baik, dan akhirnya menghasilkan pendapatan dan menyelamatkan rumah tangga.
Seperti apakah seni mendengar yang baik tersebut, berikut beberapa tip yang diungkap Dianne Schilling, penulis sekaligus konsultan training di bidang bisnis dan industri, seperti dikutip dari Womensmedia.
Kontak mata
Berapa persen konsentrasi Anda mendengar saat Anda ada orang lain yang berbicara kepada Anda? Kontak mata antara komunikator (orang yang berkomunikasi) dan komunikan mampu meningkatkan efektivitas komunikasi. Dengan kontak mata, keinginan untuk menjalin kemunikasi yang lebih baik akan tetap terjaga. Karena itulah, singkirkan segala hal yang bisa mengganggu kontak mata, seperti buku atau ponsel. Walaupun lawan bicara tak mau melihat Anda dengan alasan malu atau karena kondisi lain, tetaplah menatap matanya agar Anda tetap bisa fokus kepadanya.
Perhatikan
Tapi tetap rileks. Jika kontak mata telah dilakukan, tetaplah rileks. Anda tak harus selalu menatap matanya. Cobalah sesekali alihkan pandangan, yang terpenting Anda tak kehilangan fokus terhadap perkataan lawan bicara. Sebab, secara mental manusia sering terdistraksi terhadap aktivitas di sekitar area pembicaraan dan juga suara yang mengganggu. Jangan pula sibuk memikirkan aksen lawan bicara atau terganggu dengan pikiran-pikiran dan perasaan Anda sendiri.
Tetap berpikir terbuka
Dengarkan perkataan lawan bicara tanpa harus menghakimi perkataannya. Jika perkataannya menyinggung atau membuat Anda tersentak, silakan saja namun jangan mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda merasakan hal itu. Karena, jika Anda melakukannya, maka perhatian dan efektivitas Anda sebagai pendengar akan terganggu. Yang juga penting, dengarkan perkataan lawan bicara dan jangan memotong perkataannya. Ingatlah bahwa ia bicara dengan pikiran dan perasaan yang ada di dirinya. Jadi, Anda tak akan pernah tahu apa yang ada di pikiran dan isi hatinya jika Anda tidak benar-benar mendengarkan.
Dengarkan kata-katanya
Ciptakan gambarannya di kepala Anda. Biarkan pikiran Anda menciptakan gambaran terhadap perkataan lawan bicara. Gambaran tersebut bisa berupa sebuah model atau kata-kata kunci yang bisa mempermudah Anda mengingat sekaligus fokus pada inti dari perkataan tersebut. Satu hal lagi, jika Anda sedang mendapat giliran untuk mendengarkan, jangan sibuk memikirkan apa yang harus Anda katakan nanti saat Anda mendapat giliran berbicara. Anda tak bisa melakukannya bersamaan. Lebih baik konsentrasi mendengarkan perkataan lawan bicara. Jika Anda bosan dengan perkataannya, tarik napas dan coba konsentrasi ulang.
Jangan menyela dan jangan memaksakan
Solusi menyela atau menginterupsi saat orang sedang berbicara, selain kurang beretika, juga akan mengaburkan pesan yang akan disampaikan lawan bicara Anda. Sebuah interupsi juga bisa menyiratkan bahwa Anda menganggap perkataan Anda lebih penting dari apa yang dikatakan lawan bicara. Interupsi juga bisa menyiratkan bahwa perkataan Anda lebih menarik dan lebih akurat dibanding perkataannya, Anda tak peduli dengan perkataannya, Anda tak punya waktu untuk mendengarnya, atau jika ini adalah masalah perdebatan, maka Anda berusaha untuk bisa memenangkan perdebatan tersebut. Semua orang tentu memiliki cara berkomunikasi yang berbeda dan Anda harus bisa sedikit rileks dan bersabar untuk mendengarkan pesan yang disampaikan seseorang secara utuh dan jelas.
Tunggu saat yang tepat untuk bertanya
Jika Anda tak mengerti perkataan lawan bicara, tunggu ia selesai menerangkan satu hal dulu sebelum mengajukan pertanyaan. Ini akan lebih baik daripada Anda menyelanya di tengah-tengah pembicaraan.
Bertanya saat yang tepat untuk bertanya
Sering kali ada lawan bicara yang sedang menceritakan suatu hal, namun tiba-tiba orang yang diajaknya bicara menanyakan sesuatu yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan pembicaraan sebelumnya. Jangan sampai Anda melakukan hal tersebut karena selain tidak beretika juga bisa menciptakan perasaan tak nyaman kepada lawan bicara. Kalaupun Anda terpaksa mengalihkan pembicaraan, lakukan sejenak, kemudian mengajaknya kembali membicarakan topik yang sebelumnya sedang diceritakan.
Berempati terhadap lawan bicara
Jika ia merasa sedih cobalah rasakan kepedihan tersebut, begitu pula saat ia sedang senang. Intinya, berusaha berempati atau memahami perasaan lawan bicara adalah inti dari sebuah seni mendengarkan yang baik. Untuk bisa melakukan empati dengan baik, cobalah untuk menempatkan diri Anda sebagai dirinya, seperti apakah rasanya jika Anda berada dalam posisinya. Jika Anda berhasil melakukannya, maka Anda akan mampu mengucapkan kata-kata yang bisa mengena di hatinya.
Berikan umpan balik
Ucapkan satu dua patah kata untuk menunjukkan empati Anda kepadanya. Ini untuk menunjukkan bahwa Anda mendengar dan memahami apa yang diceritakannya.
Perhatikan bahasa nonverbal
Bahasa nonverbal sering kali berkata lebih banyak dari kata-kata yang terucap. Lewat tatapan mata, ekspresi wajah, sampai gerakan bahu dan tangan bisa menunjukkan perasaan terdalam dari lawan bicara. Bahkan, jika komunikasi dilakukan lewat telepon, desahan napas, nada bicara, helaan napas, sampai suara tawa atau tangis bisa dijadikan tanda-tanda tentang perasaan sesungguhnya dari lawan bicara.
(Koran SI/Koran SI/tty)
Padahal, dengan mendengarkan, setiap orang bisa membangun sebuah hubungan yang berkulaitas, mampu memecahkan masalah, menciptakan saling pengertian, dan menciptakan akurasi informasi yang tinggi.
Dalam dunia kerja, mendengarkan dengan baik bisa berarti meminimalkan kesalahan dan menghindarkan pelakunya dari menghambur-hamburkan waktu. Sementara di rumah, keahlian ini bisa menciptakan kualitas hubungan yang baik dengan pasangan dan anak. Singkat kata, mendengarkan dengan baik bisa menciptakan sebuah hubungan pertemanan, karier yang baik, dan akhirnya menghasilkan pendapatan dan menyelamatkan rumah tangga.
Seperti apakah seni mendengar yang baik tersebut, berikut beberapa tip yang diungkap Dianne Schilling, penulis sekaligus konsultan training di bidang bisnis dan industri, seperti dikutip dari Womensmedia.
Kontak mata
Berapa persen konsentrasi Anda mendengar saat Anda ada orang lain yang berbicara kepada Anda? Kontak mata antara komunikator (orang yang berkomunikasi) dan komunikan mampu meningkatkan efektivitas komunikasi. Dengan kontak mata, keinginan untuk menjalin kemunikasi yang lebih baik akan tetap terjaga. Karena itulah, singkirkan segala hal yang bisa mengganggu kontak mata, seperti buku atau ponsel. Walaupun lawan bicara tak mau melihat Anda dengan alasan malu atau karena kondisi lain, tetaplah menatap matanya agar Anda tetap bisa fokus kepadanya.
Perhatikan
Tapi tetap rileks. Jika kontak mata telah dilakukan, tetaplah rileks. Anda tak harus selalu menatap matanya. Cobalah sesekali alihkan pandangan, yang terpenting Anda tak kehilangan fokus terhadap perkataan lawan bicara. Sebab, secara mental manusia sering terdistraksi terhadap aktivitas di sekitar area pembicaraan dan juga suara yang mengganggu. Jangan pula sibuk memikirkan aksen lawan bicara atau terganggu dengan pikiran-pikiran dan perasaan Anda sendiri.
Tetap berpikir terbuka
Dengarkan perkataan lawan bicara tanpa harus menghakimi perkataannya. Jika perkataannya menyinggung atau membuat Anda tersentak, silakan saja namun jangan mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda merasakan hal itu. Karena, jika Anda melakukannya, maka perhatian dan efektivitas Anda sebagai pendengar akan terganggu. Yang juga penting, dengarkan perkataan lawan bicara dan jangan memotong perkataannya. Ingatlah bahwa ia bicara dengan pikiran dan perasaan yang ada di dirinya. Jadi, Anda tak akan pernah tahu apa yang ada di pikiran dan isi hatinya jika Anda tidak benar-benar mendengarkan.
Dengarkan kata-katanya
Ciptakan gambarannya di kepala Anda. Biarkan pikiran Anda menciptakan gambaran terhadap perkataan lawan bicara. Gambaran tersebut bisa berupa sebuah model atau kata-kata kunci yang bisa mempermudah Anda mengingat sekaligus fokus pada inti dari perkataan tersebut. Satu hal lagi, jika Anda sedang mendapat giliran untuk mendengarkan, jangan sibuk memikirkan apa yang harus Anda katakan nanti saat Anda mendapat giliran berbicara. Anda tak bisa melakukannya bersamaan. Lebih baik konsentrasi mendengarkan perkataan lawan bicara. Jika Anda bosan dengan perkataannya, tarik napas dan coba konsentrasi ulang.
Jangan menyela dan jangan memaksakan
Solusi menyela atau menginterupsi saat orang sedang berbicara, selain kurang beretika, juga akan mengaburkan pesan yang akan disampaikan lawan bicara Anda. Sebuah interupsi juga bisa menyiratkan bahwa Anda menganggap perkataan Anda lebih penting dari apa yang dikatakan lawan bicara. Interupsi juga bisa menyiratkan bahwa perkataan Anda lebih menarik dan lebih akurat dibanding perkataannya, Anda tak peduli dengan perkataannya, Anda tak punya waktu untuk mendengarnya, atau jika ini adalah masalah perdebatan, maka Anda berusaha untuk bisa memenangkan perdebatan tersebut. Semua orang tentu memiliki cara berkomunikasi yang berbeda dan Anda harus bisa sedikit rileks dan bersabar untuk mendengarkan pesan yang disampaikan seseorang secara utuh dan jelas.
Tunggu saat yang tepat untuk bertanya
Jika Anda tak mengerti perkataan lawan bicara, tunggu ia selesai menerangkan satu hal dulu sebelum mengajukan pertanyaan. Ini akan lebih baik daripada Anda menyelanya di tengah-tengah pembicaraan.
Bertanya saat yang tepat untuk bertanya
Sering kali ada lawan bicara yang sedang menceritakan suatu hal, namun tiba-tiba orang yang diajaknya bicara menanyakan sesuatu yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan pembicaraan sebelumnya. Jangan sampai Anda melakukan hal tersebut karena selain tidak beretika juga bisa menciptakan perasaan tak nyaman kepada lawan bicara. Kalaupun Anda terpaksa mengalihkan pembicaraan, lakukan sejenak, kemudian mengajaknya kembali membicarakan topik yang sebelumnya sedang diceritakan.
Berempati terhadap lawan bicara
Jika ia merasa sedih cobalah rasakan kepedihan tersebut, begitu pula saat ia sedang senang. Intinya, berusaha berempati atau memahami perasaan lawan bicara adalah inti dari sebuah seni mendengarkan yang baik. Untuk bisa melakukan empati dengan baik, cobalah untuk menempatkan diri Anda sebagai dirinya, seperti apakah rasanya jika Anda berada dalam posisinya. Jika Anda berhasil melakukannya, maka Anda akan mampu mengucapkan kata-kata yang bisa mengena di hatinya.
Berikan umpan balik
Ucapkan satu dua patah kata untuk menunjukkan empati Anda kepadanya. Ini untuk menunjukkan bahwa Anda mendengar dan memahami apa yang diceritakannya.
Perhatikan bahasa nonverbal
Bahasa nonverbal sering kali berkata lebih banyak dari kata-kata yang terucap. Lewat tatapan mata, ekspresi wajah, sampai gerakan bahu dan tangan bisa menunjukkan perasaan terdalam dari lawan bicara. Bahkan, jika komunikasi dilakukan lewat telepon, desahan napas, nada bicara, helaan napas, sampai suara tawa atau tangis bisa dijadikan tanda-tanda tentang perasaan sesungguhnya dari lawan bicara.
(Koran SI/Koran SI/tty)
4 Karakter Manusia Saat Hadapi Tekanan
Secara sederhana ada 4 tipe orang dalam menghadapi berbagai macam tekanan tersebut:
1. Tipe lempeng logam, tipe orang ini, pada awalnya seperti kuat menerima tekanan, seperti lempeng logam ini, tapi kalau tekanan itu diterimanya terus menerus maka lempeng logam ini akhirnya akan bengkok juga, artinya tipe orang ini awalnya dia bisa mengatasi tekanan yang datang, tapi bila tekanan itu terus menderunya lama lama ketahanan mentalnya berkurang, lama-lama dia menyerah, hingga akhirnya ada yang masuk kedalam keputusasaan, tapi tipe ini ada kelebihannya setidaknya dia bisa bertahan di fase awal sebelum dia menyerah, sebenarnya tipe orang ini bisa dibantu untuk meningkatkan ketahanan mentalnya, dengan sedikit bimbingan dan dorongan untuk terus maju dan pantang menyerah dalam menghadapi tekanan dengan membangkitkan jiwa menantang, bila kita dampingi terus tipe orang ini bisa berkembang menjadi lebih baik dan terus menjadi lebih baik, bila kesadaran dalam dirinya merasa tertantang untuk menghadapi semua kesulitan dan tekanan itu.
2. Tipe busa/gabus (sponge), tipe orang ini cukup baik dalam menerima tekanan, seperti halnya busa/gabus yang lentur, bisa menyesuaikan dirinya terhadap tekanan dan cepat kembali ke bentuk semula, tipe orang ini sangat fleksibel dalam menghadapi tekanan, dan umumnya tipe ini bisa bertahan dan lebih baik dalam mengatasi semua tekanan dan kesulitan.
3. Tipe cangkang telur, orang dengan tipe ini sangat rapuh, sedikit mengalami tekanan saja sudah patah arang, sering kali tipe ini mengalami stres dan bisa masuk ke dalam depresi hingga mendatangkan rasa putus asa, sebenarnya orang tipe ini bisa diperbaiki watak dan karakternya selama dia memiliki orang-orang terdekatnya yang selalu mendukung dan membantu semua kesulitannya, tidak seterusnya dia harus bergantung dengan orang lain, tapi kita bantu agar orang ini bisa menumbuhkan ketahanan mentalnya dengan menumbuhkan kepercayaan dirinya dari dalam, artinya dari kesadarannya sendiri, bila tipe orang ini mau berusaha dengan keras pasti dia bisa merubah watak dan karakternya ke arah menjadi lebih baik.
4. Tipe bola bekel atau bola pingpong, tipe orang ini sangat ideal dari pada semua tipe di atas, tipe ini sangat ekspresif terhadap tekanan, seperti bola bekel/pingpong ini, bila dibanting/ditekan makin terpantul ke sana kemari, artinya tipe orang ini tidak gampang menyerah, dia selalu mencari jalan keluar dalam setiap tekanan, bahkan tekanan yang didapatinya membuat dia lebih kreatif dan ekpresif untuk menghadapi semua tekanan dan kesulitan, biasanya orang dengan tipe ini bisa meraih kesuksesan di bidang yang digelutinya.
Dari keempat tipe yang sudah dipaparkan, termasuk yang manakah Anda? Tidak perlu risau jika Anda bukan tipe ideal seperti tipe bola bekel, tiap-tiap kekurangan bisa diperbaiki gradasinya. Kuncinya adalah harus sadar dulu akan kondisi Anda, dan buatlah kesadaran yg timbul dari dalam diri ini menjadi kekuatan untuk merubah grade menjadi lebih baik.
selamat datang ke blog ini.... layanan ini garatis hanya perlu membayar biaya internet masing masing saja.....
Blog ini tercipta karena sudah cukup banyaknya artikel yng saya miliki dan saya mersa berguna apabila artikel tersebut saya sebar luaskan..... memang artikel2, tersebut nantinya, saya dapat juga dr sebagian besar rekan rekan kita para blogger dengan berbagai macam latarnya.... namun yang pasti sebisa mungkin isi dan content2 dri blog ini tdk akan mengganggu ketertiban blog, tidak melanggar hak cipta, moral, agama, keasusilaan, n ketenggangrasaan..
semoga untuk sterusnya saya dpat memberikan suatu hal dan informasi yang berguna bagi anda sekalian....selamat mencicipi.. Slam Super
Blog ini tercipta karena sudah cukup banyaknya artikel yng saya miliki dan saya mersa berguna apabila artikel tersebut saya sebar luaskan..... memang artikel2, tersebut nantinya, saya dapat juga dr sebagian besar rekan rekan kita para blogger dengan berbagai macam latarnya.... namun yang pasti sebisa mungkin isi dan content2 dri blog ini tdk akan mengganggu ketertiban blog, tidak melanggar hak cipta, moral, agama, keasusilaan, n ketenggangrasaan..
semoga untuk sterusnya saya dpat memberikan suatu hal dan informasi yang berguna bagi anda sekalian....selamat mencicipi.. Slam Super
Langganan:
Postingan (Atom)